05 Maret 2021

Beragam Tipe Anti-lock Braking System pada Mobil

ABS Mobil


Anti-lock braking system (ABS) atau sistem rem anti terkunci adalah salah satu fitur keselamatan standar semua mobil Mitsubishi; termasuk mobil Pajero yang dapat dibeli dengan harga promo Pajero terbaru. Seperti namanya, fitur ini bekerja sebagai pelengkap metode pengereman mobil, yang dapat mencegah roda kendaraan terkunci ketika pengereman mendadak terjadi. ABS berfungsi untuk menjaga kontak traksi ban dengan permukaan jalan sekaligus memudahkan kontrol pengemudi terhadap gerak mobil.


Lantas, apa sajakah tipe-tipe dari anti-lock braking system pada mobil ini?


Dilansir dari Wikipedia dan laman How Stuff Works, tipe ABS secara umum terbagi dalam 5 kategori, yaitu:


1.       Four-channel, four-sensor.

Tipe pertama adalah ABS dengan 4 saluran dan 4 sensor. Menurut beberapa sumber, tipe ini adalah jenis yang terbaik. Pasalnya, katup independen (atau saluran) serta sensor kecepatan (yang akan menentukan kapan ABS bekerja) terpasang pada tiap roda mobil. Alhasil, gaya pengereman tipe ini sangat maksimum.


2.       Three-channel, four-sensor.

Tipe kedua adalah ABS dengan 3 saluran dan 4 sensor. Katup independen (atau saluran) ABS tipe ini hanya berjumlah tiga: dua buah untuk tiap-tiap ban depan, serta satu buah untuk dua ban belakang mobil. Sementara itu, sensor kecepatan terpasang pada masing-masing ban kendaraan. Tipe ABS ini umum digunakan oleh mobil-mobil keluaran lama atau mobil dengan font-engine (mesin depan).


3.       Three-channel, three-sensor.

Tipe selanjutnya adalah ABS dengan 3 saluran dan 3 sensor. Masing-masing tiga katup independen dan sensor kecepatan terletak pada roda depan (2 buah) serta roda belakang (1 buah). Dengan begitu, tipe ABS ini memberikan kontrol individual penuh pada roda depan kendaraan saja. Artinya, salah satu roda belakang kendaraan masih memiliki kemungkinan untuk terkunci ketika pengereman mendadak dilakukan pengemudi. Untuk itu, kontrol pengemudi kendaraan dengan tipe ABS ini punya andil cukup penting. Tipe ABS ini banyak digunakan pada truk pikap.


4.       Two-channel, four-sensor.

Tipe selanjutnya adalah ABS dengan 2 saluran dan 4 sensor. Tipe ABS ini memiliki dua katup kontrol di ban bagian depan dan belakang serta empat sensor kecepatan di tiap ban mobil. Karena umum digunakan pada mobil-mobil keluaran 1980-an hingga awal 1990-an, efektivitas tipe ABS ini tentu belum sebaik tipe-tipe terbaru, seperti yang dijelaskan pada poin-poin sebelumnya.


5.       One-channel, one sensor.

Tipe terakhir adalah ABS dengan 1 saluran dan 1 sensor. Katup independen serta sensor kecepatan tipe ABS ini terletak di poros belakang kendaraan, dan beroperasi seperti tipe ABS dengan 3 saluran. Sehingga, kontrol roda belakang ketika pengereman oleh pengemudi perlu sangat diperhatikan. Tipe ABS ini umum digunakan pada truk pikap, mobil SUV, maupun van.


Itu dia ulasan tentang ABS serta tipe-tipenya pada beberapa jenis kendaraan. Manakah tipe ABS yang dimiliki mobil Anda?

12 Februari 2021

Cegah Kanker Payudara, Jangan Lupa SADARI!

Kanker Payudara

            Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia. Menurut studi Globocan 2018, kanker payudara menempati peringkat kanker tertinggi di Indonesia dengan 58.256 kasus baru pada tahun 2018. Tentu, tidak ada yang menginginkan penyakit ini muncul begitu saja, tetapi tidak ada salahnya melakukan prevensi dengan memiliki asuransi kesehatan bersama dan melakukan tindakan SADARI atau periksa payudara sendiri.


Berikut langkah-langkah periksa payudara sendiri dan beberapa tips untuk terhindar dari kanker payudara:


Langkah-langkah melakukan SADARI

·         Berdirilah di depan cermin dan lepaskan semua baju. Angkatlah tangan kemudian perhatikan bentuk payudara Anda dengan cermat. Carilah jika ada benjolan atau perubahan bentuk di seluruh area payudara.

·         Setelah itu, rapatkan kedua telapak tangan agar payudara menonjol ke depan. Perhatikan lagi, apakah ada perubahan bentuk, seperti benjolan, kulit keriput (seperti kulit jeruk atau cekung), atau puting yang tertarik ke dalam payudara.

·         Lalu, tekan payudara dan pijat lembut area sekitar puting hingga ujung puting. Periksa apakah  ada cairan yang tidak normal, seperti kuning-putih bercampur dengan darah / nanah.

·         Selanjutnya, ambil posisi berbaring telentang dengan bantal di belakang punggung. Letakkan tangan kanan Anda di belakang kepala, dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan.

·         Raba payudara dengan ujung tiga jari. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan pelan, mulai dari pinggir luar sampai ke puting sesuai arah jarum jam.

·         Ulangi langkah-langkah di atas untuk payudara satunya.

·         Beri perhatian khusus pada area payudara di dekat ketiak. Biasanya, tumor payudara sering muncul di area ini.


Tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari kanker payudara

·         Hindari kelebihan berat badan karena dapat memicu Obesitas, yang mana kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara setelah menopause.

·         Konsumsi makanan sehat dengan memperbanyak makan sayur dan buah serta konsumsi minuman rendah gula, karbohidrat olahan, dan makanan berlemak. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi protein tanpa lemak seperti ikan atau dada ayam dan makan daging merah secukupnya.

·         Tetap aktif secara fisik. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik mengurangi risiko munculnya kanker payudara sekitar 10 hingga 30 persen. Yang diperlukan hanyalah olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit dan lakukan lima hari seminggu.

·         Jangan merokok dan hindari minuman beralkohol karena akan meningkatkan risiko kanker payudara, khususnya pada wanita.

·         Jika Anda seorang ibu menyusui, ada kabar baik! Wanita yang menyusui bayinya selama setidaknya satu tahun secara total memiliki penurunan risiko terkena kanker payudara.


Yuk, lakukan cara di atas agar terhindar dari kanker payudara!